Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Cerita Mimpi Semalam, Mengapa Bangun dalam Keadaan Menangis?

Ilustrasi menangis oleh Liza Summer: https://www.pexels.com/photo/sad-female-crying-and-looking-at-camera-6382719/ Saat tidur semalam, ada beberapa adegan yang terputar di kepala. Saya tidak mengingat persis alur dari mimpi ini, yang pasti berdasarkan 3 kategori mimpi yang pernah disampaikan oleh Om Hao ( Kisah Tanah Jawa ), ini adalah bunga tidur.  Ada adegan di mana motor dan saya sebagai pemilik dikurung dalam pagar bambu bercat hitam, seperti jeruji di ruang tahanan. Ada juga adegan saya berlarian di lapangan mengejar kelinci. Atau saya yang memandang seorang laki-laki dengan paras yang tidak terlihat jelas. Lalu tiba-tiba saya terbangun dalam keadaan menangis sesenggukan.  Sebenarnya ada banyak scene , tapi saya benar-benar kesulitan mengingatnya.  Di jam 2 pagi, saya menangis dan merasakan degup jantung yang tidak biasa. Saat itu saya yakin terhadap emosi yang sedang dirasakan, sebab satu kata ini langsung muncul di kepala ketika kesadaran sudah muncul 100%, yaitu k...

Rekomendasi Tempat untuk Lalala Fest saat Pandemi Berakhir

Salah satu panggung pentas Lalala Fest 2019 di Orchid Forest Cikole (Sumber: Instagram @lalala.fest) Mari mengenang peristiwa 23 Februari 2019 saat festival musik kealam-alaman ‘Lalala Fest’ diselenggarakan untuk ketiga kalinya di daerah Cikole, Lembang, Bandung. Meski tema Orchid Forest menjadi ide menarik untuk menyatukan musik dengan alam -biar syahdu di tengah hutan- nyatanya Lalala Fest 2019 masih meninggalkan banyak kenangan bersama mantan cuitan dari netijen maha oke. Terutama bagi mereka yang ditinggalin udah ngabisin duid buat beli tiket. Gimana   enggak ? Buat nontonin lebih dari 22 artis musik luar dan dalam negeri dengan tiket seharga 6 kardus indomie, para klien gagal beli indomie 6 kardus ini masih harus melewati medan perang dengan berjalan sekitar 3 km ke venue. Di antara banyaknya pohon-pohon. Jalanan menanjak dan menurun. Ribuan orang sudah melakukan hiking sekaligus jurit malam. Jika di Cikole ada lembah, sungai, sampai samudera, mungkin mereka sudah naik pa...

Jurnalisme Sol Sepatu dan Pandemi

Dokumentasi pribadi penulis saat melakukan liputan di aksi Gejayan Memanggil pertama pada 23 September 2019 di Yogyakarta . Saat berada di awal semester kelas konsentrasi jurnalistik, dosen pengampu  bertanya pada 25 mahasiswa di kelasnya, termasuk saya. "Mengapa kalian memilih konsentrasi ini?" begitu sekiranya pertanyaan yang turut membuka sesi diskusi di kelas.  Satu per satu mahasiswa membalas dengan jawaban yang juga beragam. Seperkian detik mendengar pertanyaan, saya tahu jelas apa yang harus dikatakan. Ini momen langka, sebab bisa dihitung jari bertemu kesempatan untuk menyampaikan alasan dari pilihan besar yang saya ambil.  "Saya suka dengan aktivitas liputan," jawab saya tanpa keraguan. Jawaban ini murni dari hati. Seakan, sedang mengeluarkan sebuah perapian lengkap dengan kobaran api yang menjadi penyebab dada berasap.  Turun ke lapangan, menghadapi ketidakpastian, menunggu pertemuan dengan narasumber bahkan doorstop , mengajukan pertanyaan tanpa dihakimi ...