Langsung ke konten utama

Postingan

de Ngokow, Permata Tersembunyi di Yogyakarta

  Suasana de Ngokow yang terletak di Pendopo nDalem Pujokusuman Pendopo nDalem Pujokusuman merupakan tempat bersejarah milik Sultan Hamengkubuwono VIII. Sebuah cagar budaya yang pernah menjadi markas gerilya bangsa Indonesia kini disulap menjadi tempat nyaman untuk bercerita. Ini adalah hal unik sebab modern dan tradisional menjadi konsep yang bersatu padu. Sebuah kesatuan seimbang yang jarang ditemui pada banyak kafe. de Ngokow Coffee Roastery and Tea Club adalah pelakunya. Yogyakarta dipilih menjadi cerita ke-8 dari usaha yang lahir sejak tahun 2012. Kini, de Ngokow telah memiliki 6 cabang di 4 kota besar Indonesia dan masing-masing 1 cabang di Belanda juga Belgia. Selayaknya bisnis food and beverage lainnya, sajian seperti kopi, teh, makanan berat, hingga makanan ringan pun tersedia. Seperti V60 Levitation yang menjadi salah satu menu andalan. Kopi hitam yang teknik pembuatannya dikembangkan lagi oleh barista de Ngokow ini bahkan telah menjuarai Festival Kopi Indonesia Champ...

Tiga Srikandi Mukti Lestari

  Aminah tengah memilah sampah warga Desa Poncosari (Foto: Rieka Yusuf)  Hampir setiap hari, Aminah bergelut dengan banyak ember berisi sampah untuk dipilah. Sampah organik dan anorganik kini jadi kawan barunya sejak satu bulan yang lalu, saat seseorang menawarkan pekerjaan di BUMDes Mukti Lestari. Di usianya yang kini mencapai 59 tahun, tak banyak pilihan yang tersedia. Tinggal di sebuah dusun kecil tanpa suami dan anak, Aminah mulai mendedikasikan dirinya sebagai s rikandi Mukti Lestari bersama Riefkiana Saputri dan Niken Andriyani. Pukul 8.45 pagi, Aminah bergegas mengunjungi Tempat Pemilahan Sampah Badan Usaha Milik Desa Mukti Lestari di Kecamatan Srandakan, Kab upaten Bantul. Meski letak tempat tersebut hanya 300 meter dari rumahnya, Ia memilih bersepeda. Jalanan sepanjang 100 meter di tengah-tengah sawah kerap kali menyulitkan tatkala tanah melunak akibat air hujan. Jika sudah demikian, Aminah harus lebih waspada memilih...

Tunjang Kesejahteraan melalui Sinergitas BUMDes dan Petani

Beberapa pekerja di BUMDes Mukti Lestari tengah memilah sampah (Foto: Rieka Yusuf) Menjadi petani berarti siap hidup dalam ketidakpastian. Masa panen yang hanya empat kali dalam setahun pun belum tentu menjanjikan. Alam jadi penentu, baik untuk petani pemilik lahan maupun buruh sama-sama berharap kesejahteraan. Berbagai persoalan agraria memotivasi pihak tertentu untuk berkontribusi pada kesejahteraan petani. Seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mukti Lestari yang turut menginisiasi solusi dari berbagai persoalan melalui program Konservatif Poncosari (Konco) Pilah dan Konco Perdagangan. Sarinten tengah berisitirahat di bawah terpal pada saat memanen padi (Foto: Rieka Yusuf)  Ia adalah Sarinten, wanita berumur 55 tahun asal Poncosari, Bantul, yang tengah beristirahat sembari meminum teh manis di bawah traktor sawah dengan terpal sebagai penutupnya. Minggu ini adalah waktu panen padi di sawah tempatnya bekerja sebagai buruh. Di musim panen, ia harus menyerit padi dengan mesin un...

Kusarankan Aphrodite 'tuk Disapa

  Ilustrasi Dewi Aphrodite (Sumber: Pixabay) Jika Tuan dan Nona berharap kecemburuan, Barangkali Aphrodite kusarankan menjadi dewi yang bisa disapa Mungkin Nona ingin berharap wajahnya semurni air pegunungan, Barangkali Aphrodite 'kan memberi cara jika diminta Mungkin Tuan ingin mencari pemuasan, Barangkali Aphrodite akan memakai kekuatan untuk menghadirkan Nona-nona Padanan Aphrodite adalah dewi Venus Wajah dan tubuhnya adalah senjata yang siap menghunus Ketika perang Troya memburu Aphrodite siap siaga merayu Hephaestus dan Ares adalah salah dua buktinya Bukan salahnya menjadi dewi kecantikan Jika ia terlahir dari rahim Dione dengan sangat sempurna Tapi seluruh dewa-dewi dalam mitologi Yunani tau Aphrodite adalah bentuk ketidaknyamanan sang pemain Aphrodite adalah kesalahan dalam mencipta konstruks cantik kurcaci bumi Aphrodite adalah dewi malang yang seringkali ditatap sinis semua dewi di Olympia Dan dari Aphrodite juga, Tuan dan Nona akan jatuh untuk saling menyalahkan Kepada Tu...

Curhatan si Penghafal Kode Plat Kendaraan

Ilustrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (Sumber: Pixabay) Sebagai warga negara Depok yang merantau di Jogja, saya senang sekali melihat kendaraan berplat nomor “B (angka) E**” atau “B xxxx Z**”. Rasanya kayak ketemu saudara, walau level saudaranya cuma saudara seper-Depok-an di Jogja. Oh iya, penyebutan diri sebagai warga negara Depok bukan tanpa alasan. Bagi saya, Depok emang lebih cocok dijadikan negara bahkan planet dibanding Bekasi. Sori untuk sobat Bekasi, Depok emang lebih keren dan beda. Di bio Instagram, saya mengaku sebagai penghafal kode plat kendaraan atau istilah resmi kepolisiannya: Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Sewaktu masih di daerah asal, saya selalu penasaran dengan huruf dan angka di depan juga belakang kendaraan itu. Kok suka nemuin yang huruf dan angkanya nyusun sebuah nama gitu. Mirip anak alay 2000-an ngetik. Saya pikir, B itu singkatan dari Bogor. Ini asumsi karena di Depok banyak kendaraan berplat B, dan Bogor adalah tetangga dari kota belimbing in...

Review Novel Clair, the Death that Brings Us Closer

Identitas Buku Judul: Clair, The Death that Brings Us Closer Penulis: Ary Nilandari Bahasa: Indonesia Penerbit: Mahaka Publishing Tahun: 2019 ISBN: 978-602-5734-86-1 Tebal Halaman: 366 Halaman Harga: Rp83.000 Sebuah teka-teki harus dipecahkan Rhea Rafanda, si pemilik kemampuan clairtangency . Melalui kelebihan ini ia dapat membaca kenangan melalui sentuhan. Dengan nama kode Clair yang diberikan oleh Iptu Fang, tantenya, ia juga memiliki andil untuk membantu kepolisian memecahkan berbagai kasus buntu.  Setiap ojek -hidup atau mati- menyimpan memori tentang kejadian yang dialaminya. Getaran memori itu bisa sangat kuat kalau keterlibatannya juga kuat.Tangan kananku mampu menangkap getaran itu, lalu mengirimnya ke otak. Mata batinku pun terbuka dan melihat penampakan kejadian yang dialami si objek. - Clair a.k.a Rhea Takdir membawanya pada kasus kematian yang telah terjadi 3 bulan lalu. Akhir tahun menjadi hal yang menegangkan bagi siswi kelas 12 ini untuk mem...

Podcast - Proses Keberagaman Organisasi

Semester enam yang baru saja terlewati banyak menghasilkan berbagai tugas-tugas yang menurut saya layak untuk dibagikan. Salah satunya adalah mata kuliah Komunikasi Organisasi. Saya bersama satu teman lain, Difa Arifin, bertugas untuk membuat materi presentasi mengenai proses keberagaman organisasi. Media yang kami pilih adalah audio atau podcast. Dalam podcast tersebut, saya dan Difa terlibat dalam perkacakapan sederhana yang membahas mengenai sebuah organisasi dan perbedaan di dalamnya.  Berangkat dari perbedaan, beberapa fenomena pun muncul. Seperti suburnya stereotip pekerja suku atau negara tertentu, hingga persoalan gender yang kerap kali memberi gap  dalam suatu organisasi. Jika ditelisik lebih jauh, perbedaan dalam sebuah organisasi bisa menjadi tantangan yang sekaligus membawa banyak keuntungan. Sebab, keberagaman menjadi salah satu alasan banyaknya sudut pandang yang akan berpengaruh pada keberhasilan suatu organisasi. Podcast dapat diputar atau diunduh pada pra...